Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Benarkah Ibn 'Arabi Kafir karena Mengaburkan Batas antara Tuhan dan Makhluk?

Di berbagai media sosial, tidak jarang muncul pernyataan bahwa "Ibn 'Arabi adalah kafir karena mengajarkan bahwa Tuhan dan makhluk adalah satu." Kalimat ini terdengar tegas, namun benarkah demikian jika ditinjau dari sejarah pemikiran Islam? Jawabannya tidak sesederhana "ya" atau "tidak". Sebab, sejak abad ketujuh Hijriah hingga hari ini, sosok Muḥyiddīn Ibn 'Arabi menjadi salah satu ulama yang paling banyak diperdebatkan dalam sejarah Islam. Dari Mana Tuduhan Itu Berasal? Akar persoalan terletak pada pembacaan terhadap konsep yang kemudian dikenal sebagai Wahdatul Wujud. Sebagian ulama memahami sejumlah ungkapan Ibn 'Arabi secara literal sehingga menyimpulkan bahwa beliau menghapus perbedaan antara Allah dan makhluk. Jika memang demikian maknanya, tentu hal tersebut bertentangan dengan akidah Islam yang menegaskan bahwa Allah adalah Pencipta, sedangkan seluruh makhluk adalah ciptaan-Nya. Karena alasan itu, beberapa ulama melontarkan kritik yan...

Kontroversi Kitab Waṣiyyatul Muṣṭafā: Antara Popularitas, Nilai Moral, dan Kritik Ilmu Hadis

Di kalangan pesantren dan majelis taklim di Indonesia, nama Waṣiyyatul Muṣṭafā li 'Alī Karramallāhu Wajhah tentu sudah tidak asing lagi. Kitab yang dinisbatkan kepada Imam Abdul Wahhab asy-Sya'rani ini berisi kumpulan nasihat yang disandarkan kepada Rasulullah ﷺ untuk Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. Kandungannya sarat dengan pesan-pesan akhlak, kezuhudan, adab, serta motivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tidak sedikit ulama yang mengajarkannya karena kandungan moralnya yang menyentuh hati. Namun, di balik popularitas tersebut, kitab ini menyimpan perdebatan panjang dalam disiplin ilmu hadis. Kontroversi Bukan Terletak pada Isi Nasihatnya Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap bahwa para ulama mengkritik kitab ini karena isi nasihatnya. Padahal, mayoritas kritik justru tertuju pada validitas riwayat yang dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ, bukan pada kandungan moralnya. Banyak nasihat dalam kitab tersebut selaras dengan ajaran Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih. ...